Diajukan
untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi OLEH MISBAH USMAR LUBIS 041301099
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009
Abstrak
Melihat anak-anak
balita tumbuh dan berkembang merupakan suatu hal yang menarik bagi orangtua.
Namun jika dalam masa perkembangannya anak mengalami suatu gangguan, maka muncul
berbagai macam reaksi orangtua yang membutuhkan penyesuaian diri. Menurut
Schneiders (1964), penyesuaian diri adalah proses yang mencakup respon-respon
mental dan perilaku agar berhasil menghadapi kebutuhan– kebutuhan internal,
frustasi, konflik dan mencapai keselarasan antara tuntutan dari dalam diri
inidividu dengan tuntutan dari luar atau lingkungan tempat individu berada.
Salah satu gangguan pada masa kanak-kanak yang menjadi ketakutan orangtua saat
ini adalah autisme.
Menurut
Kanner (dalam Wenar, 2004) autisme yaitu, suatu gangguan yang dicirikan dengan
tiga ciri utama, yaitu gangguan interaksi sosial (extreme isolation), gangguan
perilaku dan gangguan komunikasi.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyesuaian diri orangtua yang memiliki
anak autis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 39 orang. Teknik pengambilan sampel yangdigunakan adalah
cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala penyesuaian diri
yangdibuat oleh
peneliti dengan menggunakan teori penyesuaian diri yang dikemukakan oleh
Schneiders (1964).
Jumlah aitem
skala sebanyak 55 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,938.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri mayoritas orangtua yang memiliki
anak autis berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 20 orang (51,3 %).
Kategori sedang sebanyak 19 orang (48,7 %) dan tidak ada yang berada pada kategori
rendah.
Untuk
mengembangkan penelitian ini lebih jauh, disarankan untuk melakukan metode penelitian
kualitatif dengan alasan akan memungkinkan mendapatkan data yang mendalam
melalui wawancara.
Kata kunci :
Penyesuaian diri, Anak autis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar