DOWNLOAD SKRIPSI PDF
SKRIPSI Diajukan
sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program
Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Disusun oleh : KOOSRINI ETIAWATI
NIM C2C307029 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010
ABSTRACT
The rapid growth of Islamic banks in Indonesia,
driven by the policy of the dual banking system in the banking industry. This
policy allows conventional banks to open a sharia business unit which is the
forerunner to the establishment of sharia banks in general. Currently
principals (managers) of sharia bank is a conventional bank or at least the
actors 'graduates' of conventional banks. Sharia bank performance appraisal is
also not much different from conventional banks.
While long known that this happens indication of
earnings management practices in the banking industry. This study aims to
examinethe existence of earnings management practices in Sharia banks and the
influence of CAMEL ratios to earnings management.
This study uses secondary data monthly financial
reports Sharia banks, as published by Bank Indonesia during the years 2008 and
2009. Earnings management proxy for discretionary accruals that have been
adapted to the characteristics of banking. Determination of the coefficient of
earnings management is done by regressed total accruals which are calculated with
the Healy (1985) and Jones (1991) model, where the value obtained
unstandardized residual is the value of discretionary accruals used in the
subsequent regression to examine the influence of CAMEL ratio of
earningsmanagement in Sharia banks . Testing the ratio of earnings management
and the influence of CAMEL on the management carried out by multiple
regression.
The results showed that there are negative slope
ofCAR, ROA, NPM and LDR to earnings management, but their effects are not
significant to earnings management in sharia banks.
Keywords: Sharia banks, discretionary accruals,
earnings management, CAMEL ratio
ABSTRAKSI
Pesatnya pertumbuhan bank syariah di Indonesia
dimotori oleh adanya kebijakan dual
banking system di industri perbankan.
Kebijakan ini memperbolehkan bank konvensional untuk membuka unitusaha syariah
yang merupakan cikal bakal berdirinya bank umum syariah pada umumnya. Saat ini pelaku (pengelola)
bank syariah merupakan pelaku bank konvensional atau setidaknya ‘lulusan’ bank
konvensional. Penilaian kinerja bank syariah juga tidak jauh berbeda dengan
bank konvensional. Sementara selama ini diketahui bahwa terjadi indikasi
praktik manajemen laba di industriperbankan. Penelitan ini bertujuan untuk
menguji adanya praktik manajemen laba di bank umum syariah dan pengaruh rasio
CAMEL terhadap manajemen laba.
Penelitian ini menggunakan data sekunder laporan
keuangan bulanan bank umum syariah yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
selama tahun 2008 dan 2009. Manajemen laba diproksi dengan akrual diskresioner
yang telah disesuaikan dengan karakteristik perbankan. Penentuan
koefisienmanajemen laba dilakukan dengan meregresi total akrual yang dihitung
dengan model Healy (1985) dan Jones
(1991), dimana nilai unstandardized
residual yang diperoleh merupakan nilai
akrual diskresioner yang digunakan dalam regresi berikutnya untuk menguji pengaruh
rasio CAMEL terhadap manajemen laba di bank umum syariah.
Pengujian manajemen laba dan pengaruh rasio CAMEL
terhadap manajemen dilakukan dengan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh negatif rasio CAR, ROA, NPM dan LDR terhadap manajemen laba, namun
pengaruh tersebut tidak signifikan terhadap manajemen laba di bank umum
syariah.
Kata kunci: Bank umum syariah, akrual
diskresioner,manajemen laba, rasio CAMEL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar